Khasiat Buah Naga

Banyak yang salah dan menganggap buah ini berasal dari China. Mungkin orang terkecoh oleh namanya. Sebenarnya buah ini berasal dari padang pasir di Meksiko. Tanaman ini memang sejenis kaktus yang mampu hidup di daerah kering dan bernama latin Hylocereus undatus. Pohonnya sama seperti tanaman kaktus yaitu berbatang tebal dengan duri-duri kecil. Buah akan tumbuh di ujung cabang dan tumbuh menjuntai.
Khasiat obat pohon naga bukan hanya berasal dari buahnya saja, melainkan juga dari daun dan kulit buahnya. Selain buahnya lezat, naga merah (Hylocereus polyrhizus) atau sering disebut red pitaya juga mempunyai khasiat obat antara lain sebagai penurun kadar gula darah pada penderita diabetes dan menghaluskan kulit. Sementara ekstrak daun dan kulit buahnya dapat meningkatkan kelenturan pembuluh darah dan menghambat pertumbuhan sel tumor.
Dengan mengonsumsi 1 buah naga merah (250 gram) setiap pagi dan sore selama delapan hari berturut-turut akan menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Selama mengonsumsi buah naga hendaknya penderita berhenti mengonsumsi nasi karena nasi merupakan sumber gula bagi penderita diabetes.
Menurut Prof. Dr. Muhammad Yusuf, ahli pengobatan tradisional China,– — seperti dilansir google.com– dalam kebudayaan Tionghoa buah naga dipercaya menghaluskan kulit wajah sehingga tampil lebih cantik, tetapi ia tidak digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit mematikan seperti kanker atau jantung. Buah naga baik untuk mengatasi panas dalam karena bersifat mendinginkan.
Khasiat pohon naga bukan terletak pada buahnya saja, melainkan pada daun dan kulit buahnya juga. Hasil penelitian Rosario Vargas Sols dari Laboratorio de Investigation de Fitofarmacologia Universidad Autonoma Metropolitana Xochimilco Meksiko menunjukkan bahwa ekstrak kloroform daun buah naga berdaging putih mengandung senyawa pentacyclic triterpene taraxast-20-ene-3a-ol dan taraxast-12,20(30)-dien-3a-ol. Kedua senyawa itu terbukti melindungi kelenturan pembuluh darah kelinci.
Peneliti memperkirakan keampuhan kedua senyawa itu hampir menyamai troxerutin salah satu obat pelindung pembuluh darah mikro yang beredar di pasaran. Obat itu berfaedah mengurangi risiko pecahnya pembuluh darah.
Hasil uji in vitro yang dilakukan Li-chen Wu, peneliti Department of Applied Chemistry National Chi-Nan University menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga berdaging merah berpotensi menghambat pertumbuhan sel tumor B16F10 pada dosis 25 gram.
(M.Dahlan Abubakar, Kepala Humas Unhas melaporkan dari Palangga Gowa).

*Dikutip dari www.unhas.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>