Cara Perbanyakan Tanaman Buah Naga

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Buah Naga dapat diperbanyak dengan 2 cara yaitu :

1. Perbanyakan dengan Biji (Generatif)
Cara ini dilakukan karena dapat diperoleh bibit dalam jumlah besar (1 buah berisi minimal 1.000 biji). Namun, cara ini kurang populer dan jarang digunakan karena membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan bibit siap tanam di lahan. Selain itu, biji harus berasal dari buah yang sehat dan matang di pohon. Seleksi biji yang berkualitas juga sulit dilakukan lantaran biji sangat kecil dan penampakannya mirip.
Langkah-langkah mendapatkan biji buah naga untuk perbanyakan adalah sebagai berikut:
- Bibit yang telah tua / masak dicuci hingga bersih, kemudian dipotong dan di keluarkan daging buahnya.
- Daging buah tersebut diencerkan dengan air, kemudian disaring dengan saringan ampas.
- Kemudian biji yang telah disaring tersebut dicuci sampai bersih, kemudian diangin-anginkan dan dijemur hingga kering.
- Setelah kering, maka biji siap untuk disemai
- Sebaiknya biji langsung disemai supaya viabilitasnya masih tinggi
- Biji bisa diberi perlakuan fungisida untuk menghindari serangan cendawan. Fungisida yang biasa digunakan antara lain Benomyl dan Ridomil atau Dithane M-45 atau Mancozeb.

2. Perbanyakan dengan Stek (Vegetatif)
Perbanyakan vegetatif yang digunakan dan terbukti berhasil pada tanaman buah naga adalah dengan stek batang atau cabang. Perbanyakan dengan stek memiliki tingkat keberhasilan bibit bertahan hidup lebih tinggi, pertumbuhannya lenih cepat, dan bibit yang dihasilkan berkualitas tinggi karena serupa dengan induknya. Teknik stek batang juga mudah dilakukan.
Sebelum mulai menyetek, pilihlah batang atau cabang tanaman yang baik. Calon batang atau cabang yang digunakan harus dalam kondisi sehat, tua, dan sudah pernah berbuah minimal 3-4 kali. Batang yang pernah berbuah pertumbuhannya akan pesat, kokoh, dan cepat bertunas. Hindari menggunakan stek dari batang yang muda. Selain pertumbuhannya lambat, batang muda juga masih mengandung banyak air sehingga mudah busuk dan terkena penyakit.
Pilihlah batang tua yang sehat, berwarna hijau gelap kelabu dengan ukuran panjang ideal ≥ 30 cm. Dengan ciri-cir tersebut, tunas baru akan cepat keluar dan membesar. Bibit yang baik juga dicirikan oleh diameter batang. Semakin besar diameter batang, bibit cenderung lebih tahan terhadap serangan penyakit busuk pangkal batang.

 

Sumber:

Warisno & Kres Dahana,  Buku Pintar Bertanam Buah Naga (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2010)

Sinatra Hardjadinata, Budidaya Buah Naga Super Red Secara Organik (Jakarta: Penebar Swadaya, 2010)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>